Apa yang ada dibenakmu tentang hubungan seksual untuk usia tua? Usia 50 keatas melakukan hubungan seks, akan seperti apa kira-kira gayanya, staminanya, durasinya dan banyak lagi pertanyaan lain yang ada di kepala. Apakah mereka melakukan seks “aman” yang “benar”? Atau sudah melakukan dengan benar dan aman, artinya tidak menyebabkan sakit pinggang, punggung dan juga cidera lutut misalnya?

Dr. Pepper Schwartz, pakar seks dari AARP, dan penulis 22 buku, mengatakan bahwa seiring usia menua, punggung dan lutut akan mudah ngilu. “Rasa sakit bisa menjadi downer jika mencoba bercinta tanpa gangguan – apalagi ketidaknyamanan,” katanya. Masuk akal untuk menyukai posisi yang akan membantu mereka merasa senyaman mungkin. Dia menyarankan ketiga hal berikut:

1. Spooning

Spooning dikenal sebagai posisi pelukan sambil tiduran miring satu membelakangi yang lain, ini merupakan posisi go-to post-coitally – di mana kedua belah pihak posisinya tertidur. Schwartz menyarankan untuk menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri. Untuk efek maksimal, pelukan pria sampai ke punggung wanita. Penetrasi dilakukan dari belakang dengan mengangkat kaki supaya pria bisa masuk dari sebuah sudut. Ini gaya doggie, tapi tanpa tekanan pada lutut.

“Ini adalah posisi bagus untuk punggung dan perut yang lebih besar lagi,” kata Schwartz.

2. Rebah.

Posisi ini lebih santai bagi pria, awalnya rebahan bersebelahan kemudian wanita melingkarkan kakinya kesamping untuk mencari sudut yang tepat agar pria bisa dengan mudah memasukkan penisnya.

Posisi ini sangat nyaman dan santai sekali, dan gunakan ranjang yang empuk sehingga menyesuaikan bentuk tubuh masing-masing.

3. Posisi kursi.

Di posisi kursi, pria duduk dan wanita itu menghadapinya, duduk di pangkuannya. Satu catatan penting: Kursi harus cukup rendah sehingga wanita bisa menyentuh tanah dengan kakinya untuk menenangkan diri.

“Yang ini benar-benar bagus dan spesial bagi usia senja” kata Schwartz.

(huffingtonpost/seksualitas)