Ini adalah kisah cinta terlarang di masa lalu. Bukan sekedar kisah orang biasa, namun menimpa seorang perempuan jet set di Era Victoria. Dan benar, cinta tak pandang bulu.

Hal ini yang dialami oleh Blanche Monnier. Perempuan aristokrat yang jatuh cinta kepada orang yang salah.

Namun, Blanche tiba-tiba menghilang dari peredaran dan dansa-dansi. Tak ada yang melihatnya lagi. Sang ibu dan kakak laki-lakinya ‘berduka’ atas kehilangan dirinya, namun mereka tetap menjalankan kehidupan sehari-hari.

Tetapi, di balik itu semua, mereka menyimpan rahasia yang mengerikan.

Pada 23 Mei 1901, petugas di kantor kejaksaan Paris menerima sebuah surat misterius. Tulisan tangan tangan cakar ayam tak bertanda tangan bertuliskan:

“Tuan Jaksa yang baik, dengan hormat aku memberitahu tentang ini. Ada kejadian serius yang terjadi di loteng rumah Madame Monnier. Ia dalam kondisi menyedihkan dan telah tinggal selama 25 tahun dalam kubangan kotorannya,”

Kaget dengan surat kaleng itu, polisi segera menginvestigasi rumah keluarga Monnier, tak peduli reputasinya.

Sekelompok petugas paksa masuk manor itu dan berlari menuju loteng. Mereka mendapati sebuah pintu bergembok. Saat mereka membuka pintu itu, bau tak sedap segera mengeruak.

Tak hanya itu, seorang wanita yang begitu kurus kering, setengah telanjang, tergeletak tak berdaya di tempat tidur. Kasurnya dipenuhi dengan sisa makanan dan kotorannya.

Dialah Blanche Monnier, perempuan cantik yang menghilang tiba-tiba 25 tahun lalu. Beratnya tak lebih dari 55 pounds. Selama hampir seperempat abad, Blanche tak pernah bertemu manusia dan matahari!

Salah seorang saksi mata di lokasi menggambarkan betapa menderitanya Blanche.

“Sungguh malang perempuan itu. Ia nyaris telanjang di atas ranjang. Di sekitarnya hanyalah feses, sisa makanan, sayuran, daging dan ikan busuk,” tutur saksi mata itu seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (3/11/2015)

“Udara di sekitar Nona Blanche pun tak kalah tengiknya. Kami semua nyaris tak bisa bernafas,” ujar saksi mata itu lagi.

Blanche sebelum dikurung

Nyonya Monnier yang meskipun mendapatkan banyak penghargaan atas kontribusinya kepada kota, langsung ditahan.

Ia meninggal 15 hari kemudian setelah memberi kesaksian perbuatan keji terhadap putri cantiknya: mengunci putrinya di ruangan sempit di loteng karena telah menolak memutuskan hubungan cinta terlarangnya.

Selama 25 tahun, Blanche makan dari sisa-sisa makanan ibunya. Hukumannya tetap berlangsung meskipun sang kekasih meninggal pada 1885.

Saudara laki-laki Blanche, Marcel, bersaksi untuk membantu ibunya meski ia sendiri ditahan selama 15 bulan. Ia kemudian bersaksi bahwa Blanche sebenarnya boleh meninggalkan ruangan itu kapan saja, tapi ia memilih untuk tidak. Pengadilan penuh horor itu akhirnya membebaskan dirinya.

Blanche Monnier meninggal di sebuah sanatorium di Bois pada 1913.

(dailymail/seksualitas)