Dalam istilah yang paling sederhana, squirting pada dasarnya adalah ejakulasi wanita. Pada saat seorang wanita orgasme, ada cairan menyemprot keluar. “Squirt” persis seperti itulah suaranya. Namun, seorang wanita orgasme sampai bisa menyemprot juga cukup kontroversial karena memang tidak diketahui apa sebenarnya squirt itu.

Kebanyakan orang mengatakan bahwa ide squirt berasal dari film porno. Banyak pria menonton film porno, mendapatkan gagasan ini di kepala mereka bahwa wanita yang bukan bintang porno juga bisa squirt saat orgasme. Apa yang tidak mereka sadari adalah bahwa film porno adalah fiktif. Dan tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan squirt adalah fakta.

Padahal ini biasa terjadi pada wanita, tepat sebelum ejakulasi atau selama orgasme. Tapi squirt bisa berarti ejakulasi yang benar-benar keluar dari area vagina. Dan sementara banyak orang mengklaim bahwa mereka pernah squirt, atau mengenal seseorang yang bersumpah bisa melakukannya, dan secara sains tidak pernah ada fakta yang mendukungnya.

Menurut ahli kesehatan seksual Ian Kerner, squirt terjadi entah dari mana, karena tidak ada kajian ilmiahnya – itu “sebenarnya disebabkan oleh manipulasi yang disengaja oleh wanita sendiri, khususnya bantalan kuat di panggul. Pada dasarnya, sebuah jepitan kuat dan pelepasan kandung kemih”.

“Porno membuatnya tampak seperti menyemprotkan sesuatu yang hanya terjadi saat seorang wanita mengalami orgasme terbaik. Tapi sebenarnya, Kerner mengatakan bahwa beberapa wanita memaksa diri mereka untuk “menyemprotkan” hanya karena mereka ingin membuat pasangan mereka bahagia.

Pada kenyataannya, peneliti telah menemukan bahwa, bila dianalisis, cairan dari squirting lebih dekat dengan kencing daripada ejakulasi. Peneliti juga menemukan bahwa melakukannya bisa berbahaya bagi tubuh Anda karena bisa merusak otot panggul.

Jadi, apakah squirting itu nyata? Beberapa bintang porno telah mengakui bahwa, ketika di kamera, biasanya palsu – entah kencing sebenarnya, atau sesuatu yang lain. Di sisi lain, mereka juga mengakui bahwa hal itu benar-benar terjadi, tidak sesering yang terlihat. Dan tentu saja, ada semacam “urban legend” di luaran, seperti cerita seseorang yang bersumpah bahwa temannya bisa squirt dan dia melihatnya langsung. Dan kita tentunya hanya mendengarkan cerita saja.

Tapi, squirt atau tidak squirt bukan sesuatu yang seharusnya jadi polemik, apalagi sampai memaksa diri untuk bisa squirt. Ketika sampai pada hal itu, squirt kemungkinan merupakan fantasi laki-laki daripada hal lainnya.

Tentu saja, bisa saja terjadi pada wanita – tapi sesuatu seperti itu jarang terjadi. Anda bisa mencoba memanipulasi tubuh Anda untuk melakukannya jika Anda mau, tapi sepertinya akan membutuhkan banyak konsentrasi dan bahkan bisa merusak pengalaman orgasme Anda.

Intinya, apakah squirt itu fakta atau tidak. Tidak terlalu penting untuk diperdebatkan, karena inti dari sex yang menyenangkan adalah bisa saling memuaskan. Rasakan dan nikmati saja, tidak terlalu penting untuk cari tahu sisi ilmiahnya, toh yang paling penting adalah kalian sama-sama puas kan?

(gurls/seksualitas)