Banyak orang merasa risih memiliki bulu kemaluan, karena merasa tidak enak dipandang, merasa bau, gerah dan macam-macam.

Membiarkannya tumbuh terlalu lebat memang tidak bagus, karena kelamin terlalu cepat berkeringat, dan ketika mencuci setelah buang air, air seringkali tidak sampai ke permukaan kulit. Selain itu, membiarkannya tumbuh terlalu lebat akan menjadi sarang kutu kelamin, hiii!

Kutu Kelamin

Kutu kelamin selain bisa membuat kelaminmu gatal, juga bisa menular ke pasanganmu lho! Jangan sampai kalian berbagi kutu ketika berhubungan seks.

Oleh karena itu, kamu perlu sering mencukur bulu kemaluanmu. Tapi jangan cukur habis, biarkan mereka tumbuh tipis-tipis. 

Biarkan tumbuh tipis-tipis

Mencukur bulu kemaluan dengan tepat dapat membantu proses pembersihan produk kelenjar minyak atau keringat. Produk kelenjar ini dapat menyebabkan area kelamin menjadi lembab serta bakteri penyebab gatal, bengkak, dan kemerahan menjadi mudah berkembang biak.

Bagi pria, mencukur bulu kemaluan dapat memberikan efek penis terlihat lebih besar ketika ereksi. Karena, sebagian batang tidak tenggelam oleh tumpukan bulu. Ngga percaya? Coba cek sendiri ya!

Bagi wanita, mencukur bulu kemaluan terutama ketika menstruasi, akan memudahkan dalam proses pencucian. Karena jika tidak bersih dicuci, darah haid yang membekas dan mengendap akan membuat kulit vagina menjadi gelap. Mencukur bulu kemaluan bagi wanita juga bisa mencegah tumbuhnya jamur penyebab keputihan.

Naah, memang bagus ya fungsi mencukur bulu kemaluan, tapi sebaiknya kamu jangan mencukur habis bulu kemaluanmu, kenapa?

Kemaluan tanpa bulu akan mudah kering, dan kurang lembab. Ini akan menyebabkan kelamin menjadi iritasi. Kelamin tanpa bulu juga membuat area kelamin jadi musah lecet ketika berhubungan seks karena bagian sensitif tidak terlindungi bulu kemaluan. 

Jadi, jangan cukur habis bulu kemaluanmu ya!

(seksualitas)