Infantofilia merupakan salah satu dari penyimpangan seksual (Parafilia) yang melibatkan bayi sebagai pasangan dalam perilaku seksual seorang infantofil. Sama seperti pedofilia, hanya saja usia anak yang dijadikan pasangan seks jauh lebih muda, sekitar usia 0-4 tahun. Jenis kelamin tidak ditentukan, ada yang lebih menyukai bayi laki-laki, dan ada yang menyukai bayi perempuan.

Pelaku infantofilia biasanya berjeniskelamin laki-laki dan berusia rata-rata 30-an. Ia juga memiliki akses dan kedekatan dengan bayi yang menjadi target, bisa itu keponakan, anak tetangga, cucu bahkan anak kandung sendiri. Beberapa infantofili dapat menahan nafsunya terhadap target, jika tidak maka ia masuk ke dalam kategori child molester (penganiaya anak).

Beberapa kasus infantofilia yang menjadi kasus penganiaya anak tercatat terjadi di Indonesia. Korban termuda, seorang bayi berusia 9 bulan. Kasus ini terjadi di wilayah Jakarta Timur. Ia diperkosa oleh pamannya sendiri. Korban mengalami infeksi vaginal dan anal, yang setelah ditelusuri, bakteri yang ada pada vagina dan anus korban terdapat pula pada kelamin pamannya.

Kasus serupa terjadi pada seorang anak perempuan usia 4 tahun yang dicabuli oleh seorang pria berusia 55 tahun di Riau. Masih di kota yang sama, anak lelaki berusia 4 tahun dicabuli seorang kakek berusia 78 tahun.

Seorang korban lain yaitu anak laki-laki berusia 4 tahun di Jakarta juga mengalami infeksi pada anusnya, pelaku adalah pamannya sendiri. Orangtuanya pun tidak menyangka mengapa sang paman tega melakukan hal itu, padahal selama ini ia dikenal sebagai penyayang anak-anak, oleh karena itu orangtuanya mempercayakan menitipkan anaknya pada sang paman.

Kasus penganiayan anak dengan motif infantofilia tidak hanya merusak mental pada anak yang menjadi korban, namun korban juga bisa terkena penyakit secara fisik. Hubungan seksual yang tidak bersih dan sehat (baik hubungan vaginal, ataupun anal) bisa menularkan penyakit pada partnernya, mulai dari IMS (Infeksi Menular Seksual), Jamur, kencing nanah, raja singa bahkan sampai HIV/AIDS.

Di Norwegia, seorang ayah mengakui telah memperkosa bayi laki-lakinya yang berusia dua bulan, merekamnya menjadi sebuah video dan mengunggah video yang berisi tutorial seks bersama bayi berbagai gaya di sebuah forum yang berisi pedofili. Dua orang kerabat ayahnya juga dituntut dan dihukum karena telah membantu merekam aksi bejat tersebut.

Forum pedofilis yang berbasis jejaring sosial ini membuka peluang polisi untuk menelusuri jejak para penganiaya anak, yang kasusnya belum muncul di permukaan atau sengaja disembunyikan.

Menyeramkan ya? Bahkan seseorang yang kita kenal belum tentu bisa dipercaya untuk menjaga dan melindungi anak kita sendiri.

Tindakan preventif penting dilakukan

Upaya orang tua untuk mencegah kasus serupa terjadi bisa dilakukan dengan cara mengenalkan dan menjelaskan seks dan seputarnya pada anak. Ajari anak untuk menjaga dan memberi batas mengenai bagian-bagain tubuh privatnya. Beritahu pada anak untuk tidak membiarkan orang lain menyentuh area vitalnya, dan pesankan pada anak untuk berteriak dan melapor jika hal tersebut terjadi.

Bagi yang memiliki anak bayi dan belum bisa bicara, libatkan anggota keluarga lain seperti mama atau mama mertua untuk bantu memantau ketika orangtua tidak bisa stay di rumah, bila perlu dan lebih aman jika anak bayi anda selalu berada bersama anda.

(seksualitas)