Jaimie Wilson, seorang musisi berusia 21 tahun dari Florida, membagikan foto-foto perjalanannya selama dua tahun mengalami transisi dari seorang wanita menjadi pria. Ia menyampaikan, apa yang ia lalui selama ini banyak suka dukanya.

Jaimie dibesarkan di keluarga yang sangat konservatif dan relijius. Sedari kecil ia merasa bahwa ia adalah seorang anak laki-laki, dan ia berpikir bahwa ia akan tumbuh menjadi lelaki dewasa nantinya. Ia tidak nyaman memakai baju perempuan, namun ibunya memaksanya untuk berpenampilan feminin.

Jaimie sebelum transisi dan sesudah

Ibunya berkata “Saya tidak peduli jika kamu menyukai sesama wanita, tapi kenapa harus berpakaian seperti seorang pria?”, “Ini bukan masalah orientasi seksual, tapi tentang bagaimana saya ingin menunjukan diri saya seperti apa”, begitu kata Jaimie.

Ia dibuat menjadi sefeminin mungkin oleh keluarganya, terkadang Jaimie menyendiri hanya untuk mengenakan pakaian yang biasa dipakai anak laki-laki.

Ketika duduk di sekolah menengah atas, ia memotong rambutnya dan bergaya seperti laki-laki. Bahkan Ia pindah dan tinggal bersama teman LGBT nya. Keluarganya sangat tidak terima dengan perubahan Jaimie, bahkan masyarakat sekitar kaget dengan perubahan yang terjadi. Jaimie yand dulu terkenal sebagai gadis manis ‘country girl’, kini tidak lagi sama, masyarakat sekitar bahkan mengira bahwa Jaimie mengalami depresi sehingga ia sudah gila.

Di tahun 2015, dia mulai melakukan suntik testosteron. Dengan dukungan dari teman-teman LGBTnya dari komunitas, ia belajar memahami apakah ada harapan secara fisik tubuhnya akan berubah menjadi laki-laki, dan berapa banyak testosteron yang harus ia dapatkan di tubuhnya untuk merubah fisiknya.

Meskipun ia mendapat dukungan dari teman-teman komunitas, namun banyak pula yang menyampaikan hal negatif tentang apa yang ia lakukan untuk merubah dirinya. “Saya tidak bertingkah untuk menjadi apa yang bukan diri saya, ini lah saya.  Saya ingin semua orang paham dan dapat melihat bahwa penampilan seseorang itu tidak penting. Jika ada seseorang mengatakan bahwa ia transgender, ia gay atau ia seorang biseksual, percayalah padanya, dan biarkan itu terjadi, karena stereotip harus dipatahkan”, begitu kata Jaimie.

“Saya kehilangan keluarga dan kehilangan banyak teman, tapi apa yang saya lakukan sangat setimpal karenanya saya telah menemukan diri saya”.

Jaimie sebelum transisi dan setelah 2 tahun mendapat testosteron

Pengalaman Jaimie, memberikan kekuatan untuk orang-orang yang saat ini sedang berjuang untuk jati dirinya, melawan stereotip yang ada.

Ayo kita patahkan stereotip yang membuat diri mereka terkekang untuk menjadi dirinya sendiri!

(Seksualitas)