Seorang janda di New York melahirkan anak biologis dari mendiang suaminya yang meninggal 3 tahun lalu. Teknologi pembekuan sperma memungkinkan hal ini terjadi.
Tahun 2014, seorang staf NYPD Wenjian Liu terluka sangat parah dan dirawat di Brooklyn Hospital. Ketika polisi tersebut meninggal, tim dokter menawarkan prosedur pengawetan sperma pada istrinya, Pei Xia Chen.

“Tentu saja dia mengatakan iya,” kata seorang teman, dalam wawancara dengan NYpost.

Tiga tahun kemudian, Xia Chen hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Bayi mungil itu diberi nama Angelina.

Kelahiran bayi Angelina menyimpan kisah haru. Xia Chen dan Liu baru 3 bulan menikah ketika insiden penikaman merenggut nyawa Liu.

Pei Xia Chen dan anak dari mendiang suaminya

Ketika inseminasi dengan sperma beku dilakukan, Xia Chen bermimpi didatangi mendiang suaminya. Sang suami datang mengenakan gaun putih seperti malaikat, dan memegangi bayi perempuan. Itu adalah firasat pertama bahwa Xia Chen akan memiliki anak perempuan.

Orang tua Liu, yang adalah kakek dan nenek bayi Angelina dikabarkan sangat terharu dengan kelahiran cucu tercinta. Mereka dikabarkan sangat emosional, menangis haru saat memeluk bayi mungil dari anak semata wayang yang meninggal sebagai korban pembunuhan.

Dalam dunia medis, kelahiran bayi Angelina bukan sesuatu yang mengejutkan. Posthumous sperm retrieval atau pengambilan sperma dari pria yang sudah meninggal, walaupun terbilang masih langka, sangat mungkin dilakukan.

(detik/seksualitas)