Tika & The Dissidents meluncurkan video lagu “Tubuhku Otoritasku”, single pertama dari album terbaru Merah. Lagu bernuansa rock and roll ini mengajak perempuan untuk lebih sadar tentang hak atas tubuhnya. Video pertama kali diluncurkan di Festival Tubuhku Otoritasku pada 11/3/2016 lalu.

Video musik menampilkan 32 perempuan dari berbagai kalangan. Masing-masing dari mereka membuat pernyataan sendiri tentang tubuhnya dan memilih sendiri di bagian tubuh mana mereka ingin menuliskannya. Di awal video, ada juga beberapa perempuan menyampaikan aspirasinya tentang pengalamannya di masyarakat.

Video ini dibuat oleh kolektif Mari Jeung Rebut Kembali, Bersama Project dan Sounds from the Corner.

Lagu “Tubuhku Otoritasku” adalah sebuah lagu yang ditulis berdasarkan dari pengalaman pribadi Kartika Jahja, sang frontwoman yang juga sering mendampingi korban kekerasan.

“Ini suaraku, tubuhku, otoritasku. Yang kuteriakkan, kenakan, pilihanku,” teriak Kartika dalam lagu tersebut. Sebuah pernyataan tegas agar perempuan tak lagi diperlakukan sebagai “barang” semata. Tika menyampaikan lewat status Facebook, lagu ini dibuatnya sekitar 2013 di dalam sesak bus antar kota di Sumatera.

“Sebagai seruan ke semua, perempuan dan laki-laki; bahwa tubuh kita milik kita, kitalah yang mengatur, kitalah yang pegang otoritas atas tubuh kita. Bukan orang lain, bukan keluarga, bukan pasangan, bukan media, dan bukan negara,” ujarnya.

Merah adalah album kedua bagi Tika & The Dissidents, setelah terakhir tujuh tahun lalu meluncurkan The Headless Songstress. Berisikan tujuh lagu bernuansakan rock and roll yang didasarkan pada pengalaman Tika. Album telah dapat dibeli secara digital di iTunes dan Amazon Music dan versi fisiknya telah dibuka masa pra-pesan mulai 11 Maret lalu.

(rollingstones/seksualitas)